LRT Jabodebek, MTI Usul Tarif 3 Rute Terjauh Rp 20 Ribu Saja

Tak Berkategori

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah mungkin harus menambah besar public service obligation atau PSO untuk lebih menekan lagi tarif di sebagian rute LRT Jabodebek. Dalam keputusan yang sudah dibuat, Kementerian Perhubungan mengumumkan tarif kereta ringan itu bervariasi mulai dari Rp 7.100 sampai Rp 27.400 untuk rute terjauh.

“Kalau kita lihat memang yang akan challenging untuk rute terjauh, dimana perlu dipikirkan juga untuk menetapkan PSO atau subsidi tarif, agar masyarakat tidak merasa kemahalan,” ujar Revy Petragradia dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) saat diminta penilaiannya atas besar kisaran tarif itu, Minggu 20 Agustus 2023.

Dia mengusulkan dilakukan capping terhadap tarif tiga rute terjauh di angka tertentu. Revy mengusulkan nilainya Rp 20 ribu. “Di mana selisihnya tentunya menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan PSO atau subsidi lagi,” ujarnya lewat aplikasi pesan WhatsApp.

Revy mengingatkan tujuan utama LRT Jabodebek atau setiap angkutan massal adalah agar masyarakat mau berpindah dari kendaraan pribadi. “Jangan sampai akhirnya karena dirasa terlalu mahal maka menjadi kontra produktif.”

Menurut Revy, selain dari sisi penyelenggara LRT, perlu kepastian juga dalam pengusahaannya untuk memastikan bisnis LRT bisa berjalan secara layak. Dalam hal ini, dia menerangkan, perlu kreativitas pembiayaan selain melalui tarif, atau biasa disebut non farebox.

Sumber pendapatan seperti dari sewa tenant, TOD, iklan, Revy menuturkan, akan memberikan ‘tambahan’ kelayakan dari pendapatan lainnya sehingga bisnis tetap prudent untuk dilaksanakan. Dari sisi pemerintah pun ini bisa menjadi ‘pengurang’ PSO.

Tarif 3 Rute Terjauh dan Subsidinya

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, menjelaskan pemerintah menetapkan tarif LRT melalui PSO. “Perumusan ini telah memperhatikan kemampuan atau daya beli masyarakat serta untuk mendorong minat masyarakat beralih ke angkutan massal,” ujar Risal lewat keterangan tertulis dikutip Sabtu, 19 Agustus 2023.

Iklan

Sejumlah kajian dilakukan dalam penghitungan tarif, di antaranya adalah kemampuan untuk membayar, kemauan untuk membayar, tarif moda transportasi lainnya sebagai pembanding, dan biaya operasional yang dikeluarkan operator. Dari hasil kajian tersebut, kemudian ditetapkan besaran tarif LRT Jabodebek yaitu Rp 5.000 untuk 1 kilometer pertama dan Rp 700 untuk kilometer selanjutnya. Hal ini diatur melalui Keputusan Menhub Nomor 67 tahun 2023.

Atas dasar itu, tarif untuk jarak terjauh yakni Stasiun Harjamukti-Jatimulya (33 kilometer) sebesar Rp 43.923. Adanya subsidi membuat tarif yang diumumkan Rp 27.400.

Subsidi juga diberikan untuk dua rute terjauh di bawahnya, yakni Stasiun Dukuh Atas-Jatimulya (28 km) dan Stasiun Dukuh Atas-Harjamukti (25 km). Dari tarif yang diusulkan operator sebesar Rp 37.628 dan Rp 33.275 diturunkan menjadi Rp 23.900 dan Rp 21.800.

NINDA DWI RAMADHANI

Pilihan Editor: Ridwan Kamil Ungkap Kemungkinan WFH ASN di Bodebek Mengikuti DKI



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *