VIDEO Vicky Kalea Pembuat Konten ‘Jasa Bikin Anak Keliling’ Minta Maaf ke Indosiar

WARTAKOTALIVE.COM, KEBON JERUK — Buntut pelaporan Vicky Kalea oleh PT Indosiar Visual Mandiri terkait parodi program Pintu Berkah, berujung pada mediasi.

Diketahui, pelaporan itu dilayangkan Indosiar usai pihaknya menyaksikan konten TikTok viral yang bertajuk ‘Jasa Bikin Anak Keliling’.

Setelah melalui berbagai tahapan pemeriksaan, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M. Syahduddi mengatakan bahwa kasus pelanggaran merek itu diselesaikan secara damai melalui mediasi dengan pihak yang saling berkonflik.

“Bahwa dengan adanya upaya permohonan untuk dimediasi oleh terlapor kepada Polres Metro Jakarta Barat, maka para pihak akan dimediasi untuk menghasilkan atau mencapai keadilan restoratif,” kata Syahduddi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (16/11/2023).

Pada momen tersebut, Vicky Kalea dihadapan management PT Indosiar Visual Mandiri, meminta maaf atas kesalahannya.

Pria yang juga aktif bermain sinetron itu, mengakui semua perbuatan dan kelalaian yang secara sadar ia lakukan kepada Indosiar lewat konten parodinya.

Baca juga: Ijazah Gibran dari Insearch UTS Dipertanyakan Dr Tifa, Roy Suryo Beberkan Faktanya

“Saya Vicky Kalea, dengan ini menyampaikan permintaan maaf dan saya akan tanggung jawab atas konsekuansinya atas kesalahan saya membuat video TikTok pada tanggal 26 Juni 2023,” kata Vicky di Polres Metro Jakarta Barat.

“Dan dalam video tersebut dengan menggunakan caption tayangan, saya menggunakan logo stasiun TV Indosiar, memparodikan program Pintu Berkah tanpa saya meminta izin sebelumnya,” lanjutnya.

Vicky mengakui jika perbuatannya itu telah mengakibatkan kerugian luar biasa kepada pihak Indosiar.

Oleh karenanya, ia menyesali perbuatannya dan memohon maaf dari lubuk hatinya yang paling dalam.

“(Meminta maaf) kepada pihak Indosiar dan pihak terkait antara lain, KPI yang selalu memonitor isi siaran. Kepada masyarakat pengguna media sosial yang merepost video saya, dan turut berpotensi menerima potensi hukum karena perbuatan saya,” ungkap Vicky.

Baca Juga  Arbi Ungkap Gibran Bukan Kaleng-kaleng saat Debat, Pilihan Favorit Pemilih Muda

Baca juga: Begini Kronologi Jatuhnya 2 Pesawat Super Tucano Milik TNI AU

“Dan teman-teman media sosial yang berpotensi adanya pelanggaran hukum yang diatur oleh UU yang berlaku antara lain pasal 100, 101 atau 102 tentang merek dan indikasi geografis dan pasal 35 tahun 2008 yang diubah dengan pasal 19,” lanjutnya.

Dia menyebut jika peristiwa ini adalah pembelajaran berharga untuknya agar lebih bisa belajar mengenai hukum dan batasan-batasannya.

“Tidak memparodikan karya kreatif pihak lain, apalagi dengan narasi tidak patut dan melanggar etika dan bertentangan dengan norma adat istiadat budaya Indonesia,” ungkapnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *