Miris Banget! Jumlah Kasus Pelecehan Anak dan Perempuan di Jakarta Mencapai Ribuan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Miris, kasus pelecehan seksual yang dialami anak dan kaum perempuan di Jakarta menembus angka ribuan.

Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mencatat ada 1.682 kasus yang terjadi selama tahun 2023.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta harus membuat aturan dan sanksi yang tegas kepada pelaku kejahatan tersebut.

Bahkan pemerintah harus melibatkan kepolisian dan mengawal pemulihan korban dari kasus tersebut.

“Permasalahan ini merupakan masalah serius yang ahrus ditangani dengan tindakan yang cepat dan efektif,” ujar Elva pada Sabtu (30/3/2024).

Elva merasa, miris ketika mengetahui pelaku adalah orang terdekat yang ada di lingkup keluarga, seperti ayah kandung atau ayah tiri, kakek, kakak, maupun paman.

Untuk itu, ia meminta kaum ibu dan sekolah berperan memberikan edukasi dan cara mencegah perilaku tak senonoh dari orang sekitar.

Hal itu sebagai upaya antisipasi menjadi korban kekerasan dan pelecehan.

Baca juga: Pelecehan Seksual Politisi PSI Anthony Norman Dilaporkan Januari 2024, Kombes Ade Ary: Mohon Sabar

Baca juga: Pengakuan Korban Dugaan Pelecehan Seksual: Berniat Gabung PSI Malah Diajak Ngamar Ketua DPD Jakbar

Menurut dia, komunikasi terbuka dan empati dari orang tua serta tenaga pendidik merupakan hal penting yang perlu didapatkan anak, sehingga anak bisa terbuka dan tidak sungkan melapor jika menjadi korba kekerasan dan pelecehan.

“Orang tua dan sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan edukasi kepada anak-anak tentang hak-hak mereka, bagaimana mengenali perilaku yang tidak pantas, serta bagaimana berkomunikasi ketika mereka merasa tidak nyaman atau terancam,” ungkap Elva.

Kurangnya kesadaran terkait pentingnya perlindungan anak, serta kurangnya sanksi atau hukuman yang tegas terhadap pelaku pelecehan menjadi faktor kekerasan dan pelecehan seksual masih banyak terjadi di Jakarta hingga saat ini.

Baca Juga  Jalinan Cinta Steffi Zamora dan Fero Walandouw Malah Kandas Saat Dikabarkan akan Segera Menikah

“Selain itu, faktor lingkungan sosial dan ekonomi juga dapat mempengaruhi tingkat kekerasan seksual pada anak. Walaupun hal ini belum tentu jadi kausalitas (sebab akibat) dari tindak kekerasan dan pelecehan terhadap anak,” ungkap dia.

Perempuan yang juga menjadi Ketua DPW PSI DKI Jakarta ini mengimbau, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual pada anak.

Misalnya dengan menyebarkan hotline aduan tindak pelecehan dan kekerasan secara masif di tempat-tempat umum serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pelecehan guna memberikan efek jera.

“Stasiun, Halte, Sekolah, Pasar, tempat tempat makan, agar para calon pelaku juga merasa enggan melakukan kejahatan karena tau konsekuensi ketika kejahatan tersebut dilakukan, ada nomor yang bisa secara cepat dihubungi oleh korban,” jelasnya. (faf)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *