Miliki Algoritma Unik, Direktur Puspenpol Sebut TikTok Jadi Game Changer Pemilu 2024

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Direktur Strategi Pusat Penerangan Politik (Puspenpol), Adrian Zakhary menyebutkan TikTok kini menjadi media sosial yang digunakan secara mayoritas dan telah menyasar semua kalangan di Indonesia.

Meninggalkan media sosial X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter yang sudah mulai ditinggalkan.

“Kita bisa melihat riuh di X (Twitter) hanya menyasar netizen lama atau senior yang lebih konvensional dan memiliki kepentingan sosial atau politik. Mereka asyik bermain dengan warga X yang terkesan itu-itu saja,” ungkap Adrian dalam keterangannya pada Rabu (14/2/2024)..

Oleh karena hal tersebut, Adrian menilai bahwa TikTok sangatlah layak untuk diperhitungkan sebagai referensi politik di tanah air.

“Masyarakat Indonesia kini lebih cerdas dalam memahami Politik. Ketika media arus utama seperti TV dan Media Daring banyak terkotak-kotak dari Kepemilikan Media yang berpihak pada pihak tertentu, dan Media Sosial (Instagram, Twitter/X, Facebook, YouTube) umumnya menjadikan followers (pengikut) sebagai saluran distribusi konten, dan atau dari Link (tautan) yang dibagikan, tapi tidak dengan TikTok dan atau Platform berbasis Short-From Video (Video Pendek),” jelas Adrian. 

Puspenpol menjelaskan bahwa TikTok memiliki algoritma yang unik dimana untuk konten yang masuk FYP sebuah akun tidak perlu memiliki banyak followers, sehingga persebaran konten menjadi lebih adil bagi seluruh pengguna TikTok.

“Produksi dan Distribusi Konten UGC menggunakan Akun Non-OA, akun fanbase, akun pendukung politik, menjadi Game Changer Pemilu 2024 karena terjadi dengan alamiah, unik, variatif dan terutama didominasi oleh konten Organik. 

Sehingga FYP atau Viral di TikTok bisa dilakukan siapa saja, tidak hanya yang memiliki followers tinggi atau popularitas tertentu,” jelas Adrian.

Adrian menjelaskan bahwa Pilpres dan Pileg tahun ini menjadi ‘Game Changer’ perpolitikan Indonesia dan akan mengubah total cara pandang masyarakat terhadap politik di masa depan.

Baca Juga  Dipecat PKB, Gus Muhdlor Mangkir Panggilan Penyidik, KPK Ingatkan Untuk Kooperatif

“Kita lihat bagaimana serangan konten dan propaganda masif pada masa tenang ini tidak mengubah pandangan masyarakat terutama di TikTok,” ungkap Adrian.

“TikTok yang diasumsikan hanya JJ (Joget-joget) atau Konten Receh, kini berubah menjadi konten-konten berbasis masyarakat, serupa citizen journalist, gerakan akar rumput (grassroot), yang mampu mengkonversi dari online ke offline secara nyata dan cepat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa siapa yang dapat menguasai FYP Tiktok maka kemungkinan besar akan menjadi pemenang Pemilu pada tahun ini.

“Jadi, siapa penguasa konten-konten UGC dan FYP TikTok hari ini, kemungkinan besar akan menjadi Pemenang Pemilu 2024,” ungkapnya.

Berdasarkan data Puspenpol, pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2 Prabowo-Gibran unggul secara dominan di TikTok dengan popularitas sebesar 55.26 persen.

“Kata kunci tagar yang bertaut dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto unggul dengan total Post dengan mencapai angka 1.4 Juta, Prabowo juga unggul dalam jumlah views sebesar 26.2 Milliar views,” ungkap Adrian. 

“Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka juga meraih nomor wahid dari segi Total Post dengan 734.5 Ribu postingan, Total Views juga dominan di angka 14.4 Miliar Penayangan,” lanjutnya. 

Baca Berita WARTAKOTALIVE.COM lainnya di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *