Cegah Tawuran dan Perang Sarung, Satpol PP Kota Tangerang Kerahkan Tim Alap-Alap

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang membentuk Tim Alap-alap selama bulan Ramadan 1445 Hijriah.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Wawan Fauzi mengatakan, tim alap-alap tersebut dikerahkan untuk ikut mencegah aksi tawuran antar kelompok di masyarakat.

“Tim alap-alap akan menyisir wilayah di Kota Tangerang yang rawan ataupun berpotensi terjadi kejahatan selama bulan suci Ramadan 2024,” ujar Wawan kepada awak media, Rabu (20/3/2024).

Selama bulan ramadan kali ini, Satpol PP Kota Tangerang akan meningkatkan pengawasan lewat patroli gabungan bersama aparat kepolisian dan TNI. 

Hal tersebut bertujuan untuk penguatan kolaborasi, serta menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat di Kota Tangerang yang lebih maksimal lagi.

“Satpol PP Kota Tangerang akan memberikan imbauan dan pengamanan secara preventif untuk memastikan keamanan Kota Tangerang dari aksi tawuran,” kata dia.

Baca juga: Perang Sarung Dua Kelompok di Ciputat, Remaja Perempuan Luka-luka, Keluarga Lapor Polisi

Wawan menjelaskan, masyarakat Kota Tangerang dapat melaporkan apabila mendapati atau melihat potensi aksi tawuran di wilayahnya masing-masing.

Pelaporan gangguan ketentraman dan ketertiban umum bisa melalui WhatsApp call center Satpol PP Kota Tangerang di nomor 0812-1200-4664 atau 0812-1200-9669.

“Dapat juga disampaikan melalui Instagram @polpp.tangerang dan juga menu LAKSA di aplikasi Tangerang LIVE,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Tangerang Kota mengeluarkan larangan terhadap sejumlah kegiatan selama bulan Ramadan 1445 H.

Larangan kegiatan yang dimaksud seperti tawuran, balap liar, sahur on the road atau SOTR, hingga perang sarung.

Pasalnya, aktivitas tersebut dinilai dapat mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat selama melaksanakan ibadah puasa.

Baca juga: Perang Sarung Berisi Batu di Pesanggrahan Telan Korban, Satu Remaja Terluka di Bagian Pelipis

Alasan dilarangnya penyelengharaan SOTR oleh kelompok remaja ataupun komunitas ialah lantaran berpotensi terjadinya gesekan yang memicu keributa.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 3 Februari Berawan Diselingi Hujan Ringan

Oleh karena itu pihak kepolisian telah menyiapkan konsekuensi hukum apabila didapati aksi tawuran, balap liar, perang sarung dan menyalakan petasan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

Selain kegiatan konvoi, polisi juga melarang warga membakar atau menyalakan petasan karena membahayakan dan dapat mengganggu kegiatan ibadah ramadan.

Sementara itu untuk tempat hiburan malam diminta untuk mentaati ketentuan sebagaimana Surat Edaran Walikota Tangerang No:556/2658-Disbudpar/2024 yang telah diterbitkan.

SE tersebut mengatur tentang pengaturan jam buka rumah makan dan penghentian sementara jasa usaha hiburan umum pada Bulan Suci Ramadan 2024. (m28)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *