BPTJ Bakal Sediakan Angkutan Umum di 117 Perumahan Bodetabek demi Tekan Kemacetan Jakarta

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan RI menargetkan, transportasi umum dapat menjangkau 117 perumahan di wilayah Jabodetabek.

Ratusan perumahan itu paling banyak berkontribusi pada penggunaan kendaraan bermotor ke arah DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPTJ Kemenhub Suharto mengatakan, Jakarta tidak akan mampu menyelesaikan kemacetan di wilayahnya secara mandiri.

Apalagi pola pergerakan kendaraan bermotor dari wilayah Bodetabek mayoritas ke arah Jakarta pada hari biasa.

“Kami sudah mencoba mengidentifikasi terkait dengan kebutuhan untuk shifting (perpindahan) dari kendaraan pribadi ke angkutan umum,” ujar Suharto saat peluncuran 26 bus listrik oleh mitra operator Transjakarta dari Perum Damri di Monas, Jakarta Pusat pada Jumat (22/12/2023).

Baca juga: 8 Jam Terjebak Macet di Tol Cibitung Karena Demo Buruh, Ratusan Sopir Truk Kesal Mainkan Klakson

Suharto mengatakan, BPTJ telah mengundang para operator angkutan umum untuk ikut serta menyediakan angkutan umum di 117 perumahan.

Dia berharap, kehadiran angkutan umum di kawasan perumahan bisa menjangkau warga sehingga mereka beralih dari angkutan pribadi ke angkutan publik.

“Tadi sudah saya sampaikan 117 perumahan yang potensi penggunaan kendaraan pribadinya sangat besar, yang ini akan kami garap supaya terjadi shifting. mudah-mudahan dalam waktu dekat akan teralisasi,” katanya.

Menurut dia, para mitra operator angkutan umum saat ini tengah mengkalkulasikan jarak tempuh, biaya operasional hingga harga tiket yang dipatok kepada penumpang.

Mereka juga mengkaji potensi penumpang yang akan diperoleh ketika mengoperasikan armada hingga ke kawasan perumahan.

Baca juga: Rio Dewanto Tepar saat Syuting Film 13 Bom di Jakarta: Kru Bilang Minum Soda, Langsung Vertigo

“Semuanya ada (potensi penumpang terbesar) karena berdasar data dari wilayah perumahan yang harganya Rp 1 miliar ke atas. Kalau di Jakarta nggak perlu ada layanan angkutan umum karena sudah selesai dengan Transjakarta, berarti kawasan di luar Jakarta yang harus kami layani untuk menuju Jakarta, ini tersebar di Bodetabek,” jelas Suharto.

Baca Juga  Perang Israel-Hamas Memanas, China Dukung Berdirinya Negara Palestina yang Berdaulat

Selain berkoordinasi dengan mitra operator, kata dia, BPTJ juga telah membahas rencana ini dengan para kepala daerah di Bodetabek.

Dia menyebut, penyelesaian angkutan umum tidak hanya dilakukan pemerintah daerah saja.

Kemudahan pengguna mengakses lokasi transit transportasi publik (first mile) dan kemudahan pengguna menuju tujuan akhir dari lokasi transit (last mile) diperlukan kolaborasi berbagai pihak.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *