Boikot Produk Sering Salah Sasaran, Malah Ada Perusahaan Indonesia yang Bisnis dengan Israel

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Isu boikot yang diwarnai dengan hoaks tentang perusahaan perusahaan atau produk yang terkait dengan Israel, ternyata ada yang melakukan bisnis dengan perusahaan israel langsung, dan ini lolos dari pengamatan publik Indonesia selama ini.

Baru Baru ini Aljazeera melansir laporan hasil investigasi internasional tentang adanya empat perusahaan terkait Israel yang diam diam menjual perangkat lunak mata mata invasif dan teknologi pengawasan cyber ke Indonesia, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Barang tersebut masuk dari perusahaan perantara di Singapura. Perusahaan tersebut tampaknya merupakan broker dengan sejarah penyediaan teknologi pengawasan dan/atau spyware ke Indonesia.

Hal tersebut menunjukkan boikot seringkali salah sasaran dan justru merugikan ekonomi lokal.

“Ekosistem yang gelap dan kompleks dari pemasok, broker, dan pengecer spyware dan pengawasan, serta struktur perusahaan yang kompleks, memungkinkan industri ini untuk menghindari akuntabilitas dan regulasi dengan mudah,” kata Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

Sejumlah pihak mempertanyakan kampanye boikot produk yang seringkali salah sasaran dan bernuansa ditunggangi kepentingan bisnis yang bertujuan menjatuhkan lawan.

Berdasarkan sumber terbuka termasuk catatan perdagangan, pengiriman dan riset internet, terungkap hubungan yang sudah berlangsung sejak 2017 antara lembaga atau badan resmi pemerintah dengan perusahaan teknologi Israel NSO, Candiru, Wintego dan Intellexa, sebuah konsorsium perusahaan yang awalnya didirikan oleh mantan perwira israel.

Laporan ini menyebutkan bahwa telah ditemukan import dan implementasi spyware yang banyak antara tahun 2017 hingga 2023 oleh perusahaan dan agensi negara di Indonesia, termasuk POLRI dan Badan Siber dan Sandi Negara. Namun ketika dikonfirmasi Amnesty Polri menolak menjawab pertanyaan pertanyaan mereka.

Berdasarkan Data BPS impor Indonesia dari Israel pada Oktober 2023 mencapai 2.532.695 dolar AS.

Baca Juga  Jalinan Cinta Steffi Zamora dan Fero Walandouw Malah Kandas Saat Dikabarkan akan Segera Menikah

Baca juga: Pj Gubernur Sulsel Ajak Ulama Gelar Doa Bersama Hadapi Bencana Alam di Sulsel

Angka tersebut meningkat dari impor bulan September yakni 999.431 Dolar AS.

Impor bulan Oktober didominasi oleh mesin dan pesawat mekanik yang nilainya mencapai USD 734.786. Angka impor komoditas ini pada bulan Oktober meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode September dengan nilai USD 142.690.

Sementara itu nilai ekspor Indonesia ke Israel sepanjang 2023 mencapai USD 165,77 juta atau mencakup hanya 1,83 persen dari total ekspor ke Timur Tengah. Sementara nilai impornya hanya sebesar USD 21,93 juta atau hanya sebesar 0,22 persen dari total impor Indonesia dari Timur Tengah.

Meski tidak memiliki hubungan diplomasi dan sedang melakukan boikot, nyatanya perdagangan dengan Israel terus berjalan. Inilah sebabnya banyak pihak yang meragukan efektifitas boikot di Indonesia.

Mereka mempertanyakan kampanye boikot produk yang sering salah sasaran dan bernuansa ditunggangi kepentingan bisnis menggunakan kampanye hitam (smear marketing dan smear campaign). Keberadaan oknum yang menunggangi isu BDS di Indonesia juga sudah disinggung oleh Ekonom Mumtaz Foundation, Nurizal Ismail.

Baca juga: Long Weekend, Bigland Bogor Hotel Tawarkan Aktivitas Menarik bagi Anak-anak, Apa Saja?

Nurizal menjelaskan bahwa bukan tidak mungkin ada ‘penumpang gelap’ yang sengaja memanfaatkan konflik ini untuk menjatuhkan perusahaan lain. Penumpang gelap tersebut sengaja ikut berkampanye namun bukan untuk tujuan mulia seperti membantu Palestina. Namun, tujuan sebenarnya adalah menjatuhkan kompetitor mereka.

“Masyarakat sebaiknya berhati-hati juga terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang hanya memanfaatkan konflik Gaza ini untuk tujuan persaingan usaha semata,” katanya.

Salah satu korban dari kampanye hitam yang menunggangi gerakan boikot adalah Aqua. Kompetitor produk air minum dalam kemasan (AMDK) itu menggunakan isu boikot dengan memfitnah produk terafiliasi dengan Israel.

Baca Juga  Misteri Kematian PSK Online di Dermaga Pulau Pari Jadi Tanya Tanya, Kombes Ade Ary: Tunggu Hasil Lab

Selain itu terjadi juga pencatutan nama dan para tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hoax MUI menyerukan boikot Aqua juga sudah dikonfirmasi kementerian teknologi dan informasi (kemenkominfo).



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *