Bea Cukai Ungkap Mesin Pembuat Kue Jadi Modus Selundupkan 3,42 kilogram Sabu dari Oman

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan internasional.

Sabu seberat 3,42 kilogram (kg) itu dikirim dari Oman melalui mekanisme barang kiriman menuju Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo.

“Tim Gabungan Bea dan Cukai Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyeludupan narkotika jenis Methamphetamine atau sabu seberat 3,428 gram atau 3,42 yang dikirim dari Muscat, Oman,” ujar Gatot Sugeng Wibowo kepada awak media, Rabu (25/10/2023). 

Lebih lanjut Gatot menjelaskan, narkotika jenis sabu tersebut dikirimkan ke Indonesia dengan menggunakan modus pengiriman paket mesin pembuat kue.

Baca juga: Nekat, Petugas Cleaning Service Embat 63 iPhone Barang Bukti Milik Bea Cukai Senilai Ratusan Juta

Kiriman dengan nomor paket AWB 1574276 tersebut ditujukan kepada penerima berinisial EB yang berada di daerah Jakarta Pusat.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, petugas mencurigai adanya hal tidak wajar pada barang kiriman mesin seberat 48 kg tersebut.

Setelah membongkar dan melakukan pemeriksaan terhadap paket itu, akhirnya ditemukan sabu pada plat besi bagian dasar mesin pembuat kue.

“Petugas mendeteksi adanya kecurigaan pada plat besi bagian dasar mesin yang kemudian dilakukan pembongkaran dan mendapati serbuk putih,” kata dia.

“Serbuk putih tersebut kemudian diuji dengan menggunakan alat deteksi dan uji laboratoium yang mendapati hasil positif Methamphetamine,” ungkapnya.

Baca juga: Motif Kakak Tikam Adik Perempuan Hingga Tewas di Bekasi, Sakit Hati Diejek Kerjanya Makan Tidur Saja

Mendapati hal itu, petugas pun langsung berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Soekarno-Hatta untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

Hingga akhirnya penerima paket berinisial EB berhasil diringkus bersama tiga orang lainnya yang sama-sama merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca Juga  Pengalaman Muhammad Syaugi Alaydrus, Kapten Timnas AMIN Raih 4.000 Jam Terbang Pakai Jet Tempur F-16

“Tiga pelaku lainnya ini berinisial UMY, DR dan HK dan masih ada satu WNI lainnya yang berstatus DPO dengan inisial AB,” tuturnya.

“Seluruh pelaku termasuk EB ini, dikendalikan dari luar negeri oleh orang berinisial M dan H,” terangnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *